Syair Perempuan Melayu Terindah – M. Rizal Ical

Sejuk malam menyapa badan
Dingin sekujur mengusik kenangan
Menusuk kalbu menyibak andaian
Cerita cinta sebenar lukisan

Hamba sungguh telah tercabar
Setelah kata terucap ujar
Meminta syarat umpama mahar
Sebagai lelaki benar tertampar

Mencoba meminta cinta seteguk
Pengusir dahaga haus mengaruk
Terlalu lama menunggu angguk
Lemah tubuh jatuh bertekuk

Dengan anggun berdiri tegap
Satu persatu berdebar harap
Sabar menanti darah tersirap
Sampai rangkaian selesai terungkap

Bukan dalih mencari alasan
Calon suami imam idaman
Ikhtiar dibuat sebagai pelajaran
Supaya siap layari kehidupan
Begitulah syarat ungkap muktamad
Sebelum sedia melafas akad
Tertegun pikir membulat tekad
Siasat segera kuat i’tikad

Siapa tahan melihat senyuman
Perempuan Melayu sungguh rupawan
Bicara lembut bahasa sopan
Menganggu tidur mimpi igauan

Langkah gemulai ketika berjalan
Setiap gerak berpayung awan
Seolah cemburu terkena sengatan
Sepoi angin mengusik lambaian

Suara laksana senandung ghazal
Lemak membuat darah menggumpal
Tertawan hati tersangkut kekal
Tiada mampu mengguna akal

Wajah bersinar seri purnama
Terpesona rasa takjub menjelma
Getar berdebar menusuk sukma
Amboi puanperangai utama

Badan tertundak memberi hormat
Ketika kerumuan laluan lewat
Sembari senyum lawa memikat
Serata buana gugup terperanjat

Perempuan Melayu bertudung indah
Berlindung diri pagari marwah
Menghindar aurat dari terdedah
Khawatir lelaki tergoda gairah

Syarat tertanam benak ingatan
Menikah bukan sekadar tampan
Harta benda menjadi ukuran
Tinggi pangkat banyak jabatan

Teringin suami bergelar imam
Tunjuk ajar supaya paham
Bersandar rujukan halal haram
Mahligai terbina menuju tenteram

Giat bekerja mencari nafkah
Merenda cinta berbantal pasrah
Memintal benang asmara penghenti resah
Selimut hangat peredam marah

Tercabar hingga terlafas ikrar
Akan terus mencoba belajar
Menjadi lelaki sejati benar
Kelak tumpuan labuh bersandar

Tunggulah bersambut pintu mahligai
Rombongan meminang sebeban ramai
Melingkar cincin memerah inai
Tanda cinta abadi terangkai

Teruslah bersama sehidup semati
Sampai akhir nafas terhenti
Janji seorang lelaki sejati
Sesuai kata terucap pasti

Takkan berpisah walau sejenak
Kamar pengantin menunggu semarak
Mengayun langkah jalan setapak
Berdendang irama merdu serempak

Tetap menjadi perempuan terindah
Sampai nyawa berkalang tanah
Penyeri hidup berseri rumah
Menuju puncak keluarga sakinah

Kelapapati, 19 Safar 1443 H

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan