Ketika Rindu Tak Butuh Basa-Basi: Esai Bambang Kariyawan Ys.

114

Tak perlu liang
Sebab rindu tak memerlukan makam, nisan dan nama
Keleluasannya melebihi (Kunni Masrohanti)

Benar memang, rindu itu tak butuh basa-basi dan tak pernah terbatasi apapun. Rindu ya rindu. Ungkapkan dengan berbagai cara agar tuntas kerinduan itu. Namun rindu tidak akan pernah tuntas. Ketika kita anggap rindu telah tuntas terbayarkan, ternyata muncul rindu-rindu yang menanti memutik kembali. Menuangkan rindu lewat tulisan adalah cara kreatif untuk menjejakkan kerinduan sebenar tuntas. Rindu yang tertulis dapat dibaca kembali dengan lirih sambal mengenang kerinduan itu.

Rindu Menurut Ahli
Pengertian rindu menurut ahli dapat bervariasi, tergantung pada perspektif dan bidang studi yang digunakan oleh ahli tersebut. Namun, secara umum, rindu adalah perasaan yang timbul ketika seseorang merindukan atau merasa kehilangan hubungan dengan orang atau hal yang dicintainya.
Berikut adalah beberapa pengertian rindu menurut ahli dari beberapa bidang yang berbeda:

  1. Psikologi: Menurut psikolog, rindu adalah respons emosional yang kompleks terhadap pemisahan dari orang yang dicintai atau lingkungan yang akrab. Rindu sering kali melibatkan keinginan kuat untuk bertemu kembali atau mendapatkan kembali kehadiran dan hubungan yang hilang.
  2. Psikologi Sosial: Dalam konteks psikologi sosial, rindu dapat dijelaskan sebagai kebutuhan akan ikatan sosial dan afeksi dengan orang lain. Rindu dapat memengaruhi kesejahteraan dan hubungan sosial seseorang.
  3. Sosiologi: Dalam sosiologi, rindu dapat dilihat sebagai bagian dari interaksi sosial yang melibatkan kebersamaan dan rasa keterikatan antara individu dan kelompok sosialnya. Rindu juga dapat dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya.
  4. Filsafat: Dalam perspektif filsafat, rindu sering kali dianggap sebagai manifestasi dari kekosongan yang ada ketika orang yang dicintai tidak hadir. Rindu dapat dipandang sebagai bagian dari kehidupan manusia yang mencerminkan keinginan untuk menyatukan diri dengan yang lain.
    Pengertian rindu ini mungkin berbeda-beda dan tergantung pada sudut pandang setiap ahli. Terlepas dari pendekatan yang digunakan, rindu sering kali dianggap sebagai perasaan yang kuat dan kompleks, yang melibatkan keinginan dan kebutuhan untuk menghilangkan pemisahan atau kehilangan yang dirasakan oleh seseorang.

Makna Rindu
Rindu adalah perasaan yang timbul ketika seseorang merindukan atau merasa kehilangan seseorang atau sesuatu yang penting bagi mereka. Makna rindu dapat bervariasi tergantung pada konteksnya, tetapi pada umumnya merujuk pada perasaan kerinduan, keinginan kuat untuk bertemu, atau kehilangan yang dialami seseorang.
Rindu seringkali muncul ketika seseorang jauh dari orang yang dicintai, seperti keluarga, teman dekat, atau pasangan. Perasaan rindu ini dapat terjadi ketika seseorang merasa kehilangan hubungan atau interaksi dengan orang yang mereka sayangi. Rindu juga dapat timbul terhadap tempat, kejadian, atau pengalaman tertentu yang meninggalkan kesan yang kuat dalam hidup seseorang.
Makna rindu juga sering dikaitkan dengan keinginan untuk kembali ke masa lalu atau mengenang kenangan yang indah. Rindu dapat menjadi dorongan bagi seseorang untuk mencoba menghubungi atau mencari kehadiran orang yang mereka rindukan, karena mereka merindukan kebersamaan dan interaksi yang hilang.
Secara emosional, rindu dapat menciptakan perasaan hampa, kesepian, atau sedih. Namun, di sisi lain, rindu juga bisa menjadi penanda cinta yang kuat dan mengingatkan seseorang akan hubungan yang berharga dalam hidup mereka.
Penting untuk dicatat bahwa makna rindu bisa berbeda-beda bagi setiap individu. Setiap orang memiliki cara mereka sendiri dalam menggambarkan dan merasakan rindu. Bagi beberapa orang, rindu bisa menjadi sumber inspirasi atau dorongan untuk mencapai tujuan mereka. Bagi orang lain, rindu bisa menjadi beban emosional yang sulit ditangani.
Makna rindu juga dapat dipahami sebagai bagian dari kehidupan manusia yang normal dan alami. Merindukan seseorang atau sesuatu yang penting bagi kita adalah cerminan dari hubungan dan ikatan yang kita miliki dengan dunia di sekitar kita.

Rindu dalam Kepada Tuhan Rindu Dilangitkan
Adalah Salmah Creative Writing (SCW) sebagai rumah kreatif di bawah asuhan Siti Salmah menghimpun penulis-penulis yang rindu akan banyak hal. Rindu pada siapa saja yang layak untuk dirindukan. Pada mereka yang terdekat, terjauh, bahkan imajiner.
Setelah melalui proses pertemuan dan bincang-bincang senja maka lahirlah ide menghimpun bait-bait puisi dengan satu tema Rindu. Hadir 107 puisi yang dengan cara masing-masing menuangkan rindu dalam cawan kreatifitas. Kita sepakat bahwa pada perempuan yang menghadirkan ke muka bumi adalah tempat paling indah untuk pulang ke rahim rindu.

Mak, ia kembali datang
Mengulum rindu sebelas purnama
Hari ini ia hanya berdiri di depan rumah kita
Hanya mampu mengetuk tanpa berniat masuk
Sebab ada penghalang yang lebih mematikan dari rindu (Siti Salmah).

Tahniah untuk para pecinta kata-kata terkhusus penyair-penyair dalam buku Kepada Tuhan Rindu Dilangitkan. Terus kerlipkan jagat sastra di Riau dan negeri ini lewat lautan kata-kata yang takkan pernah sudah-sudah untuk ditulis. Salam Rindu!

Bambang Kariyawan Ys., Sastrawan.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan

1 Komentar
  1. Ali Imran mengatakan

    Keren Pak Esainya. Mesti banyak belajar dengan bapak untuk merangkai kata² indah. Semoga sehat selalu dan ttp berkontribusi buat dunia sastra dan /penulis Riau.