AKMR Jadi Penyangga Visi Kebudayaan Melayu, Gubernur Riau Abdul Wahid

7

TIRASTIMES – PEKANBARU – Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat visi kebudayaan Melayu yang tengah diusung Gubernur Riau, Abdul Wahid MSi. Hal itu ditekankan Gubernur saat menerima pengelola AKMR di kantornya, Jumat (4/6).

“Oleh karena itu, kita harus konsen, agar lembaga pendidikan tinggi ini bisa eksis untuk memperkuat identitas kita,” ujar Gubernur Abdul Wahid dalam pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gubernur turut didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang juga Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, serta Kepala Dinas Pariwisata Roni Rahmat. Sementara dari pihak AKMR hadir Ketua Yayasan Pusaka Riau, Sekretaris Kazzaini Ks, Wawan Kurnawan, dan Direktur AKMR Dr. Syafii MPd.

Pengelola AKMR melaporkan perkembangan akademi yang hingga saat ini terus berjalan dan berupaya meningkatkan kualitas. Untuk tahun ini, AKMR kembali membuka penerimaan mahasiswa baru untuk tiga program studi, yaitu tari, musik, dan teater.

“Tiga program studi ini merupakan program yang izinnya sudah kita miliki. Ke depannya, kita juga berencana mempersiapkan peningkatan status menjadi institut atau sekolah tinggi,” papar Dr. Syafii.

Lebih lanjut, Syafii menjelaskan bahwa selain mempelajari kebudayaan dan kesenian, para mahasiswa juga akan dibekali pengetahuan kewirausahaan. “Sehingga selain sebagai aktivis budaya, mereka juga dipersiapkan untuk mampu mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Tulisan Terkait
Berita Lainnya

Sebagaimana diketahui, Gubernur Abdul Wahid sejak awal kepemimpinannya menekankan pentingnya visi kebudayaan Melayu dalam pembangunan Provinsi Riau. Sejalan dengan visi tersebut, AKMR mengambil peran besar dalam bidang pendidikan kesenian dan kebudayaan, untuk melahirkan generasi yang memahami, menguasai, dan melestarikan budaya Melayu.

Dalam pertemuan itu, Gubernur juga memberikan usulan terkait pengembangan program studi di AKMR. “Saya usul, dalam usulan peningkatan status nanti, tolong pertimbangkan untuk membuka jurusan bahasa dan sastra Melayu. Karena kita tahu akar bahasa nasional kita adalah bahasa Melayu. Kita sebagai orang Riau harus bangga dengan itu,” pesannya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rahmat, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa para alumni AKMR telah berperan besar dalam menghidupkan kegiatan seni budaya di Riau.

“Setahu saya, yang tampil di berbagai kegiatan kebudayaan, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta, sebagian besar adalah alumni AKMR. Saya perkirakan lebih dari 80 persen. Jika tidak ada mereka, tentu kita akan kesulitan,” ungkap Roni.

Menanggapi hal itu, Gubernur Abdul Wahid menegaskan pentingnya dukungan bersama agar AKMR semakin kuat dan mampu melahirkan lebih banyak lulusan yang berkualitas.

Selain itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menyatakan apresiasinya terhadap komitmen AKMR dalam mendidik generasi muda.

“Kami akan terus mendukung, sesuai dengan visi Pak Gubernur, agar AKMR dapat terus melahirkan para lulusan terbaik yang akan menjadi ujung tombak pelestarian kebudayaan Melayu,” tegas Erisman.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah provinsi, diharapkan AKMR dapat terus berkembang, menjadi lembaga pendidikan seni yang bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong kreativitas generasi muda Riau untuk tampil di kancah nasional maupun internasional. (wid/ns/rls)

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan