

Dekan Fakultas Kehutanan Unilak Dr Eno Suwarno (paling kiri)
Pekanbaru-Tirastimes: – Dekan Fakultas Kehutanan Unilak Riau, Dr Eno Suwarno menjadi narasumber dalam kegiatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) yang menggelar Workshop II, Penyusunan Renja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Kepri, di CK Hotel, Kota Tanjungpinang, Rabu (12/4/2023).
Dr Eno Suwarno menjadi tim tenaga ahli bersama dengan Prof I Nengah Surati Jaya dari IPB, danHarsanto Mursyid M.Agr.Sc dari Universitas Riau. Dalam pemaparan yang disampaikannya emisi akan meningkat tajam, bahkan setelah tahun 2030.
Kontribusi sektor kehutanan dan lahan berkontribusi terhadap 17% dari 29% target penurunan emisi. Target penurunan emisi seluruh sektor dalam skenario 24% dari 41% target penurunan emisi seluruh sektor dalam skenario.
Dijelaskan Dr Eno, rencana kerja FoLU Net Sink 2030 Sub-Nasional Provinsi Kepulauan Riau disusun sebagai panduan yang jelas bagi para pelaksana dan pihak yang berkepentingan. Rencana kerja tersebut mencakup tujuh kegiatan (RO) yang meliputi: 1) pencegahan deforestasi mineral (RO1); 2) Pembangunan hutan tanaman (RO4); (3) Penerapan pengayaan hutan alam (RO5); 4) Peningkatan cadangan karbon (RO7); 5) Peningkatan cadangan karbon tanpa rotasi (RO8); 6) Perlindungan areal konservasi tinggi (RO11); 7) Pengelolaan mangrove kriteria 1 (RO12).
Workshop ini dibuka oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri Hendri. Juga dihadiri perwakilan pemda se-Kepri, akademisi, Kesatuan Pengelolaan Hutan Kepri, seluruh kepala BP Kawasan di Kepri, serta LSM.
Kadis LHK Kepri, Hendri mengapresiasi Kementerian LHK yang telah memberikan kepercayaan kepada Provinsi Kepri untuk melaksanakan penyusunan renja FOLU Net Sink 2030. Kami juga mengapresiasi kontribusi seluruh stakeholder yang terlibat. Semoga workshop ini semakin meningkatkan kerjasama antara pusat, daerah dan berbagai stakeholder untuk kemajuan pembangunan di Kepri,”
“Kami mengharapkan bantuan dari semua pihak untuk memberikan masukan dan tanggapan, agar dapat menghasilkan rencana kerja yang optimal dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca di Kepri,” katanya.
Hendri mengharapkan, melalui workshop ini dapat tersusun perencanaan serta target penurunan emisi gas rumah kaca di Provinsi Kepri sampai tahun 2030. Selain itu, dia juga mengharapkan kepada seluruh stakeholder yang terlibat, agar dapat bekerja lebih efektif salah satunya yakni dengan melakukan upaya mitigasi.
“Dalam upaya ini juga butuh dukungan dari pengusaha terkait dengan CSR-nya. Mari kita sama-sama dari semua unsur bersatu padu mengurangi emosi gas rumah kaca di Kepri,” ajaknya.(rls/ddk)