Esai : Bersyair Mendidik Kehalusan Berbahasa

Bersyair Mendidik Kehalusan Berbahasa
 
Indonesia sangat kaya raya, baik  sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya. Indonesia juga kaya akan budaya. Budaya ini tidak hanya dalam segi manusianya saja, melainkan juga karya karya nya. Karya karya yang ada di Indonesia seperti : karya seni , karya sastra, dan karya budaya. Sejak lama nenek moyang kita, sudah menghasilkan karya karya yang luar biasa pada zamannya.Salah satu karyanya yaitu karya sastra lama. Karya sastra lama adalah sastra yang berbentuk lisan atau sastra melayu yang tercipta dari suatu ujaran atau ucapan. Sastra lama masuk ke indonesia bersamaan dengan masuknya agama islam pada abad ke-13. Salah satu contoh karya sastra lama yaitu syair. Syair  adalah puisi atau karangan dalam bentuk terikat yang mementingkan irama sajak. Biasanya terdiri dari 4 baris, berirama aaaa, keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair (pada pantun, 2 baris terakhir yang mengandung maksud). Syair disebut juga puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhiran dengan bunyi yang sama. Oleh karena syair bagian dari budaya dan sejarah lama bangsa kita maka perlu dilestarikan oleh para penerus bangsa.
 
Syair merupakan  salah satu jenis bentuk sastra yang terkadang isinya diambil dari realitas kehidupan insan sehari-hari. Tidak jarang juga isi dari sastra itu sendiri berasal dari curahan hati atau perasaan dari si penulisnya sendiri. Karya sastra tidak hanya dinikmati untuk dibaca, melainkan juga untuk materi pelajaran di sekolah. Hal itu penting sebab dengan mengenal sastra, bawah umur atau generasi kini akan lebih mengenal sejarah dan menyingkapi permasalahan-permasalahan yang terjadi dengan cara yang menarik.
 
Namun, untuk sepuluh tahun terakhir ini tidak banyak penyair yang dikenal oleh masyarakat atau generasi kini. Sekarang ini, tak banyak materi pembelajaran yang dikaitkan dengan sastra Indonesia. Generasi muda lebih banyak dikenalkan dengan pembelajaran prosa dan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, menyerupai surat, mendeskrisikan, mengobservasi, dan lain-lain. Dari aneka macam materi pembelajaran, hanya materi biografi yang masih sanggup dikaitkan dengan pengarang dan karya-karyanya.Tujuan dari pembelajaran sastra sangat baik untuk generasi muda. Kita dapat menjadi mengerti cara lain dalam mengekspresikan pikiran, perasaan, dan tindakan-tindakan. Selain itu, kita akan sanggup menghargai setiap karya yang diciptakan orang lain. Dalam sejarah, penyair sangat penting dalam sejarah Indonesia itu sendiri.
 
Alasan masyarakat pun bermacam-macam. Kadang mereka merasa karya sastra itu sesuatu yang membosankan atau mereka merasa karya sastra itu hanya untuk kalangan orang tua. Mereka lebih suka membaca teenlit yang sederhana di bandingkan dengan karya sastra yang serius dan berat. Selain itu,menurut remaja zaman sekarang,mereka lebih baik belajar bahasa asing daripada karya sastra Indonesia. Kadang sebagian remaja juga berpikir, bahwa karya sastra Indonesia seperti puisi ataupun syair itu “alay’’. Selain itu juga, pihak sekolah tidak mengenalkan karya-karya sastra sejak dini atau mereka mengajarkan karya sastra pada saat mata pelajaran bahasa Indonesia, namun tidak dikupas secara mendalam. Padahal sastra sangat penting untuk menciptakan suatu tingkah laku dan budaya seseorang. Selain itu karya sastra khususnya sastra Indonesia juga penting untuk menunjukan identitas dan pribadi bangsa. Bukan hanya sekadar cerita yang menarik dan berisi percintaan, atau kehidupan remaja yang selalu bahagia,dan kekayaan.
 
Ada baiknya pembelajaran sastra lebih ditekankan lagi untuk generasi muda ketika ini. Hal itu untuk mengajarkan anak menghargai setiap karya yang dihasilkan oleh orang lain. pembelajaran sastra sanggup membantu anak dalam mengekspresikan apapun yang anak rasakan. Melihat fenomena dalam masyarakat dengan sudut pandang yang berbeda. Selain itu, pembelajaran sanggup juga membantu anak dalam menambah kosa kata.Tidak hanya itu, dengan pembelajaran sastra kita juga sanggup mengenalkan anak perihal pilihan kata atau diksi untuk mengungkapkan maksud dari perkataan kita.Diksi membantu anak dalam menentukan kata yang sempurna semoga masih dalam kondisi sopan dan santun.
 
Jika sastra lebih banyak dimasukan dalam kurikulum pembelajaran akan membantu guru dalam mengasah anak dalam pemilihan kata dan cara mengahargai karya oranglain. Sehinga, karya-karya dari semua pengarang akan berguna, tetap dikenang, dan yang niscaya dikenal oleh seluruh generasi muda ketika ini. Dengan demikian, generasi yang santun dan saling menghargai pun akan dimiliki oleh Indonesia dengan cara yang sederhana. Cara sederhana tersebut, yaitu menyelipkan pelajaran sastra dalam kurikulum dan dalam pelajaran bahasa Indonesia disemua tingkatan mulai dari tingkat SD hingga dengan SMA.
 
Jadi, dari pemaparan di atas maka sudah sepatutnya kita sebagai generasi muda mulai mempelajari karya sastra lama seperti syair dan pemerintah khususnya kementerian pendidikan  harus memasukkan pembelajaran tentang syair ke dalam sistem pendidikan bangsa.
 
Oleh: MISDIANTO, M.Pd.
Guru SMA Negeri Plus Provinsi Riau
 
 
 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan