Pentigraf || Pengantin Sehari, Karya M.Rizal Ical

Pentigraf : Pengantin Sehari
 
Kemeriahan pesta pernikahanku dengan Usman masih terasa. Sejak jam sebelas siang hingga jam tiga petang sangat ramai orang datang. Rangkaian upacara adat Melayu hari ini berakhir dengan makan Berhadap, majlis pendekatan suami dan istri menjelang persiapan malam pertama. Kebahagiaanku benar-benar sempurna. Sungguh, tak dapat terlukiskan dengan kanvas dan tak dapat diucapkan dengan rangkaian kata.
 
Sepanjang resepsi pernikahan, Usman memandangku menggoda, jelingan mata, ucapan mesra dan rayuannya membuatku terasa di atas kahyangan. Sangat pandai dia menarik perhatianku. Wajah imamku itu begitu halus dan bersih sekali, tiada sehelai kumis pun tumbuh di sana. Badan kekar dan rambutnya bagaikan gaya seorang artis mengingatkan aku kepada suami Ussy Sulistiawaty, Andhika Pratama. Merinding aku membayangkan sentuhan tangan suamiku saat tadi kami bersuap-suapan dalam Makan Berhadap.
 
Akhirnya, semua tamu sudah pulang. Pun tetangga-tetangga yang rewang. Tinggal beberapa orang yang masih membereskan beberapa peralatan dapur. Aku berganti pakaian di kamar pengantin dengan pakaian baju kurung harian. Usman juga menggantikan baju pengantin dengan kaos biasa. Berdesir darahku saat memandang tubuh Usman yang atletis. Di luar, terdengar ayahku berbicara dengan seseorang, nadanya agak sedikit tertahan, antara marah dan terkejut. Aku mendengar lafaz istighfar berulang kali ia ucapkan. Ketika aku keluar, petugas KUA yang menikahkanku datang dengan seorang polisi membawa surat penangkapan untuk Usman atas dugaan pemalsuan identitas jenis kelamin.
 
Rumah Cinta, 04 Desember 2020 
 
 
Untuk pemuatan karya sastra (Puisi, Cerpen, Esai Kritik Resensi, Peristiwa Budaya dan tulisan sastra lainnya) silakan dikirim melalui surel: redaksi.tirastimes@gmail.com
 
 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan