Puisi : Tanah Airku Melayu, Karya Fakhrunnas MA Jabbar

TANAH AIRKU MELAYU

di sini kuberdiri di tanah airku di ranah melayuku

kucoba kembara menjejak harap di kota-kota dunia mencecap maung laut dan samudera menghirup bau kawah di busut yang mengulur lidah ke arasy bagai burung kelelahan ditikam surya bagai angin tak temukan arah bagai panah tak ke mana-mana melayu jua bertahta di jiwa

walau kueja jua langkah sang sapurba menapaki bukit seguntang sejak lama menebar sukma di ria-lingga menitip pesan pada sang nila utama membentang sayap dari tumasik hingga melaka menabur wangi bunga di campa dan afrika atau mengukir jalur sutra di china melayu jua bersisa di jiwa

kutahu pula lima saudagar bugis terdampar di lingga merangkai biduk di penyengat mengukir sejarah tak sudah raja haji menghunus pedang raja ali haji membentang kalam di kitab bahasa melayu jua merona di jiwa

kutatap melaka berkisah adat resam ditegakkan kalimah syahadah dilaungkan bak tali berpilin tiga ada islam jadi tiangnya ada adat jadi pagarnya ada bahasa jadi pengikatnya melayu jua bersarang di jiwa
disini kuberdiri ditanah airku tanah melayu 

sejauh-jauh mata memandang di ranah melayu ditukikkan sejauh-jauh kaki melangkah di ranah riau dihentakkan sejauh-jauh hati ‘kan terbang di ranah melayu dihinggapkan
disini kuberdiri ditanah airku tanah air melayu 


2008

Biodata : Fakhrunnas MA Jabbar SPN. Ir Fakhrunnas MA Jabbar. M.I.Kom lahir 18 Januari 1959. Menulis pada lebih seratus media sejak tahun 1975 sampai dengan sekarang berupa cerita anak, esai, kritik, cerpen dan puisi. Buku-buku yang sudah terbit sebanyak 15 buah : 4 Kumpulan puisi tunggal ( Airmata Barjanji, 2005 dan Tanah Airku Melayu, 2007. Airmata Musim Gugur, 2016 dan Airmata Batu, 2017) 4 Kumpulan Cerpen (Jazirah Layeela, 2004 Sebatang Ceri di Serambi, 2006 dan Ongkak, 2010) Lembayung Pagi, 30 Tahun Kemudian, 2017, 3 Biografi (zaini kunin, Sebutir Mutiara dari Lubuk Bendahara, 1993 dan Soeman Hs, Bukan Pencuri Anak Perawan, 1998 dan RZ, Apa Adanya bersama Yusril Ardanis, 2010) serta 5 buku cerita Anak, Menghadiri iven sastra  di 15 negara antara lain : Korsel, Perancis, Belanda, Swiss, Azerbaijan, negara-negara Asia, dan sering memenangkan lomba sayembara karya sastra. 

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan