Rindu Kembali Ke Toko Buku: Catatan Jimmy Frismandana Kudo

362

Di berbagai negara dan di berbagai kota pada setiap benua yang ada di bumi ini, terdapat berbagai toko yang ada untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat dan warga setempat. Salah satunya adalah toko buku dengan segala cerita, kisah, dan romansa yang ada pada toko buku sehingga menjadikan toko buku salah satu tempat yang dirindukan untuk dapat kembali ke toko buku yang menyimpan berbagai kenangan memburu banyak bahan bacaan.
Toko buku merupakan bangunan yang menjual buku-buku dari berbagai jenis bahan bacaan mulai dari usia anak-anak, remaja, dan dewasa demi menambah khazanah ilmu pengetahuan yang membuat bertambah kedalaman dan keluasan literasi banyak orang sehingga menjadikan toko buku sebagai salah satu tempat yang dirindukan untuk didatangi kembali pada waktu yang lain.

Setiap toko buku yang ada tentunya mempunyai arsitektur dan gaya bangunannya masing-masing yang mampu memberikan kesan bersejarah dan membuat publik datang untuk menghampiri dan mendatangi toko buku yang menyimpan banyak kerinduan dalam nuansa ilmu pengetahuan untuk meningkatkan tahap demi tahap, literasi seseorang sehingga menambah kekayaan dalam dunia buku dan membaca yang membuat kepuasan batin banyak orang menjadi semakin luas sedalam samudera.

Pada beberapa toko buku, ketika pengunjung dan konsumen ke toko buku, biasanya diputar alunan musik instrumental dari berbagai jenis alat musik. Hal ini mampu menambah suasana mencari buku di toko buku menjadi semakin menyenangkan dan nyaman. Tak kalah pentingnya yaitu saat mencari banyak buku yang diinginkan dengan alunan masuk instrumental maka dapat menambah konsentrasi dan fokus dalam membeli buku-buku yang diinginkan untuk dibaca lebih mendalam lagi dan berulang-ulang.

Buku-buku yang dipajang dengan menarik sekaligus artistik tentu saja membuat pengunjung dan konsumen yang mendatangi toko buku semakin betah untuk berlama-lama dan berburu buku-buku yang sesuai dengan keinginan pembaca untuk semakin menambah semakin luas dan semakin dalam literasi yang dipunyainya untuk disebarluaskan sesuai dengan kemuliaan dari literasi itu sendiri.

Berita Lainnya

Cak Koci: Puisi Wahyu Mualli Bone

Setiap toko buku mempunyai ciri khas dan keunikannya masing-masing. Buku-buku dipajang sesuai dengan jenisnya masing-masing. Buku-buku tentang agama diletakkan pada bagian agama. Kisah-kisah tokoh-tokoh terkenal diletakkan pada bagian biografi. Buku-buku yang berkaitan dengan masa lalu sebagai pelajaran buat masa kini dan masa depan, diletakkan pada bagian sejarah. Mereka yang ingin mencari buku-buku tentang hukum dapat melihat pada bagian hukum dan perundang-undangan.

Penggemar buku-buku ekonomi dapat langsung menuju bagian ekonomi. Penyuka buku-buku berkaitan dengan novel baik dari penulis dalam negeri maupun luar negeri dapat menuju bagian novel dan masih banyak lagi yang lainnya. Orangtua dapat mendidik anak-anak mereka tercinta dengan sering berkunjung ke toko buku dan menuju buku-buku yang sesuai dengan usia mereka. Tentu saja, hal ini berpengaruh sangat baik bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak terutama berkaitan dengan erat literasi. Membaca dan mencintai buku dimulai sejak usia dini sehingga menjadi kebiasaan untuk dihayati seumur hidupnya.

Berbagai promo yang ada pada setiap toko buku tentu menjadi salah satu faktor lain yang mampu membuat kita semua, para penyayang buku dan para penyuka baca menjadi semakin rindu kembali ke toko buku. Faktor pelayanan dari para petugas toko buku yang sigap dan cepat juga turut menjadi faktor penting yang membuat khalayak luas ingin rindu kembali ke toko buku. Kombinasi antara berbagai promo buku yang ada dan pelayanan serta penerimaan hebat dari para petugas toko buku menjadi kombinasi yang mampu menarik masyarakat untuk mendatangi toko buku dan tentu saja rindu kembali ke toko buku.

Robert Frost, penulis terkenal dari Amerika Serikat mengenai toko buku pernah berkata, ‘The first thing I do in any town I come to is ask if it has a bookstore’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu ‘Hal pertama yang saya lakukan di kota mana pun yang saya kunjungi adalah bertanya apakah ada toko buku di sana’. Kita semua pun semakin rindu untuk kembali ke toko buku untuk semakin menambah nutrisi pikiran sekaligus memperkaya literasi untuk selalu menjadi pribadi yang rendah hati selama-lamanya!

Jimmy Frismandana Kudo
Guru PPKN SMA Darma Yudha Pekanbaru
frismandana@yahoo.co.id

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan