


JAKARTA- TIRASTIMES: Sastrawan Riau Fakhrunnas MA Jabbar didampingi istri, Tutin Apriyani menghadiri acara Tadarus Puisi Ramadhan Satupena dan Komunitas Puisi Esai. Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri tampil dengan gaya khasnya dan tampak bersemangat membawakan lebih dari lima puisi. Sejumlah penyair dan tokoh lain juga tampil membacakan puisi di antaranya Helmi Yahya, Aspar Paturusi, Agus R. Sarjono, Jamal D. Rahman, Monica JR, Nasir Tamara (Ketua Satupena periode pertama), Jodhi Yudono (musikalisasi) dan masih banyak lagi. Acara digelar, Jumat (15/3) sore hingga malam di Aljazeerah Polonia Resto, Jakarta.
Fakhrunnas MA Jabbar usai acara menjelaskan, kehadirannya di acara tersebut kebetulan sedang berada di Jakarta. “Pas ada undangan dari panitia, ya saya dan istri hadir. Banyak teman-teman dan kolega yang bertemu di sini dan hal ini dapat menjalin silaturahim kembali. Hal yang sangat menggembirakannya, Sutardji membacakan puisi Game yang dihadiahkan buat saya,” ucap Fakhrunnas yang pernah menerima Anugerah Satupena Kategori Fiksi beberapa tahun lalu.
Ketua Umum Satupena, Denny JA dalam sambutannya menjelaskan Perkembangan Artificial Intelligence (AI) di dunia telah memasuki kehidupan umat beragama. Bahkan teknologi pintar ini telah masuk ke gereja Protestan, Kuil Buddha di Jepang, dan masjid Agung di Arab Saudi.
Dikemukakan, mengutip penerbitan The Conversation, September 2023, menceritakan apa yang terjadi di gereja, kuil, dan masjid. Di Masjid Agung di Saudi Arabia, sejak tahun 2023, juga ditaruh robot AI, untuk melayani pertanyaan umat dalam 11 bahasa.
“Umat bisa meminta informasi siapa yang menjadi imam atau bisa juga meminta siraman rohani melalui pembacaan ayat-ayat AlQuran. Umat juga dapat berinteraksi via video dengan ulama lokal yang ada dalam list,” tutur surveyor politik LSI ini.
Sementara Ketua Penasehat Satupena, Nasir Tamara mengatakan acara Tadarus Puisi Ramadhan ini dapat menyatukan keberagaman di tengah situasi politik tanah air Pemilu 2024.
“Sejenak kita lupakan soal perbedaan pilihan dalam Pemilu lalu. Satupena telah mempersatukan semua,” kata Nasir yang terkenal dengan buku tokoh revolusi Iran, Ayatullah Khomeini.
Sutardji yang mengenakan jaket coklat muda tampil dalam posisi duduk di kursi. Gayanya seperti biasa sambil berbaring dan mengangkat kaki. Dia sempat bersenandung dengan lagu blues disela pembacaan puisinya. Di antara puisi yang dibaca adalah Ketika, Game, dll.
Selama hampir setengah jam tampil di panggung, Sutardji minta bantuan penyair Tami Swaray membolak-balik halaman naskah puisinya.
Ketika membaca puisi Game, Sutardji sempat berucap,”puisi Game saya peruntukkan pada Fakhrunnas MA Jabbar. Apakah Fakhrunnas ada?” Seketika, penyair dari Riau itu mengacungkan tangan.
Sejumlah tokoh dan penyair tampak hadir. Diantaranya Arief Joko Wicaksono, Jose Rizal Manua, Edrida Pulungan, Fatin Hamamah, Tami Swary Utami, Dr. Fachri Ali, Satrio Arismunandar (Sekjen Satupena), Ramadhan Pohan, Imam Maarif, M. Fauzi, M. Ibrahim Ilyas, dan masih banyak lagi. (ns/ wid).