Esai Pendidikan : Mengelola Culture Shock (Keguncangan Budaya): Rahasia Belajar Sukses Pada Masa Pandemi Covid-19

Pengasuh : Bambang Kariyawan Ys.M.Pd

Mengelola Culture Shock (Keguncangan Budaya):
Rahasia Belajar Sukses Pada Masa Pandemi Covid-19

Bambang Kariyawan Ys, M.Pd.
Wakil Kurikulum SMA Cendana Pekanbaru

Apa itu Culture Shock?

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan dalam berbagai sisi kehidupan. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Perubahan paling mendasar terjadi dalam urusan proses belajar mengajar. Tatap muka dan bersentuhan fisik berganti dengan tatap muka lewat dunia maya dan berbagai aplikasi pembelajaran daring. Perubahan yang terjadi tidak perlu lagi dikeluhkan namun disikapi dan diadaptasikan. Pihak penyelenggara pendidikan dan peserta didik harus saling mensikapi atas perubahan dengan mengacu pada rambu-rambu aturan dan kebijakan lembaga. Pola bekerja dan belajar memunculkan istilah bekerja dan belajar dari rumah (work from home and study from home).

Pada tahap awal setiap perubahan yang terjadi tentunya kita akan mengalami yang kita kenal sebagai keguncangan budaya (culture shock). Itulah konsekuensi dari setiap perubahan. Culture shock  adalah istilah psikologis untuk menggambarkan keadaan dan perasaan seseorang menghadapi kondisi lingkungan sosial budaya yang baru dan berbeda.

Ada beberapa gejala culture shock yang dapat dialami oleh individu dalam masa pandemi covid-19 ini diantaranya ialah:

  1. Kesedihan, kesepian, dan kelengangan
  2. Kesulitan untuk tidur, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
  3. Perubahan perilaku, tekanan atau depresi
  4. Kemarahan, sifat cepat marah, keengganan untuk berhubungan dengan orang lain
  5. Mengidentifikasikan dengan budaya lama atau mengidealkan kondisi lama
  6. Kehilangan identitas
  7. Berusaha terlalu keras untuk menyerap segalanya di budaya baru
  8. Tidak mampu memecahkan permasalahan sederhana
  9. Tidak percaya diri
  10. Merasa kekurangan, kehilangan dan kegelisahan
  11. Mengembangkan stereotype tentang kultur yang baru.

Mengolah Culture Shock

Culture shock sebagai sebuah konsekuensi atas setiap perubahan yang terjadi tidak mungkin dihindari. Kondisi itu dapat diminimalisir dengan kita mencoba mengolahnya. Berikut cara yang dapat dilakukan:

1. Mengolah Tubuh

Perubahan gerak tubuh terhadap pola belajar yang tadinya berada di sekolah/kampus dan kini hanya lebih banyak di rumah perlu disikapi. Kesehatan jasmani tetap dijaga dengan memperhatikan asupan nutrisi dan olah gerak tubuh sederhana di rumah.

2. Mengolah Pikiran

Perlu menyikapi akan perubahan belajar di rumah (study from home) adalah belajar bukan “sekedar” belajar. Dengan kita mengatur ruang pikiran seperti itu, maka saat belajar daring dimulai kita telah mempersiapkan diri akan serangkaian persiapan seperti mandi, berpakaian rapi, sarapan, dan menyiapkan kelengkapan belajar lainnya.

3. Mengolah Waktu

Sikapi waktu yang tersedia sebagai daftar tanggung jawab yang tidak bisa diganggu dengan kegiatan lain. Jadwal belajar daring harus dibuat sebaik mungkindan tertempel di sekitar tempat kita akan belajar daring.

4. Mengolah Kebiasaan

Irama putaran waktu dari pagi, siang, sore, dan malam harus dinikmati sebagai siklus yang harus dijalani. Beri sentuhan kebiasaan-kebiasaan yang berbeda pada setiap putaran waktu akan tidak monoton dan membuat kita menanti untuk menyambut putaran waktu tersebut.

Kiat

Berikut kiat yang dapat membuka rahasia belajar sukses pada masa pandemi ini antara lain:

  1. Sepakati dan ikuti aplikasi yang digunakan. Saat ini yang digunakan zoom, google classroom, schoology, edmodo, quiziss, dan lain-lain.
  2. Sempatkan hitung pemakaian pulsa untuk setiap aplikasi yang digunakan agar dapat mengatur pemakaian paket berikutnya.
  3. Simpan tugas atau tagihan dalam folder-folder khusus di laptop kita.
  4. Kolaborasi sesama teman yang memiliki langgalan internet dengan tetap memperhatikan protokol covid-19.
  5. Alihkan dana yang sebelumnya untuk bensin/jajan ke paket sehingga tidak berpikir belajar daring adalah sesuatu yang memboroskan

“Sikapi dan adaptasikan setiap perubahan karena setiap manusia tidak ada yang mampu untuk menolak perubahan”

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan