Tiras Guru : Kamar Rasa Kelas – Hamdi, S.Pd.

Pengasuh : Bambang Kariyawan Ys

‘Kamar Rasa Kelas’

Hamdi, S.Pd.
Guru Fisika SMAS Cendana Mandau

Keadaan dan waktu tidak pernah salah, yang terkadang salah adalah cara kita menyikapinya

Selamat pagi pak” sapa anak sambil menjabat dan mencium tangan guru di gerbang saat pagi sang guru menyambut kedatangan siswa di gerbang sekolah. “ Pagi nak, apa kabar kamu hari ini? Balas sang guru sambil menatap sayang siswanya dengan senyum hangat dan tulus menghadirkan suasana akrab antara guru dan siswanya. Itulah suasana di SMAS Cendana Mandau setiap pagi datang. Serasa tak pernah puas merasakan suasana  kehangatan kedekatan emosional ini walau hanya sekadar menyapa dan berjabat tangan atau sekadar nimbrung duduk di emperan kelas diantara kelompok siswa dan lebur dalam suasana informal, atau sekadar duduk sejenak melepas penat sebelum keluar kelas dikelilingi siswa mendengar celoteh dan curhatan lucu mereka.

Adanya pandemi covid-19 seolah menghapus semua interaksi siswa dan guru yang sarat dengan makna kedekatan emosional. Keadaan memaksa siswa harus belajar dari rumah dan guru harus mengajar juga dari rumah atau dari sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ini dapat berakibat kepada hilangnya sensasi yang diperoleh dari kedekatan emosional tersebut pada diri siswa yang berdampak pada menurunnya semangat belajar atau tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan yang akhirnya berdampak pada penurunan hasil belajar dan karakter siswa. Rasa senang saat bersama guru, rasa diperhatikan, rasa disayangi, rasa dimengerti dan dihargai itu semua adalah sensasi yang berdampak positif terhadap perkembangan emosional peserta didik  yang pada gilirannya akan berdampak baik pada pencapaian hasil yang diharapkan dari suatu proses pembelajaran dan pendidikan pada skala yang lebih luas.

Kedekatan emosional yang terjalin antara guru dan siswa menjadi suatu komponen penting dalam proses pendidikan dimana transfer pengetahuan sekaligus penanaman karakter akan sangat tergantung pada kedekatan ini. Kepribadian guru dan segala hal baik yang disuguhkan guru dalam kesehariannya berinteraksi dengan siswa akan ditiru dan akan jadi panutan ketika kedekatan emosional itu sudah terjalin antara siswa dan guru.  Menurut Syekh Khaled Bentonous mengatakan bahwa kedekatan guru terhadap murid tidak hanya dipengaruhi fisik, sebab fisik hanya meliputi ruang dan waktu, akan tetapi seorang guru memiliki kedekatan batin yang kuat terhadap seorang murid, sehingga ada ungkapan bahwa pada saat tertentu dia adalah guru dan pada saat yang lainnya dia sebagai manusia biasa (Bentonous, 2003:49).

Kehadiran guru dalam proses pembelajaran merupakan peranan yang penting, peranan guru itu belum dapat digantikan oleh teknologi seperti radio, internet maupun komputer yang paling modern. Banyak unsur manusiawi seperti sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan keteladanan yang diharapkan dari hasil proses pembelajaran, yang tidak dapat dicapai kecuali melalui pendidik.

Mengevaluasi pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru-guru SMAS Cendana Mandau menemukan beberapa kelemahan terutama pada hal yang kita sebutkan diatas. Tidak adanya interaksi antar siswa yang selama ini terbiasa dengan pembelajaran kooperatif menyebabkan siswa seolah terkurung dalam kesendirian tanpa teman unutk bertanya dan guru untuk membimbing. Pembelajaran daring adalah sebatas mengajar menyelesaikan materi sesuai dengan silabus. Sebuah aplikasi management pembelajaran online Schoology yang dipilih untuk memenuhi semua kebutuhan itu belum termanfaatkan secara optimal sehingga banyak keluhan dari siswa ataupun orang tua yang menyatakan bahwa “kami butuh guru, anak-anak tidak mengerti”. Sekali lagi ini membuktikan bahwa kehadiran guru dalam proses pembelajaran dan berlangsungnya pendidikan adalah suatu hal penting yang harus segera diupayakan. Namun tentunya kita tidak bisa lepas dari fakta  bahwa selama pandemik ini belum mereda maka selama itu pula pembelajaran daring harus dilakukan sebagai solusi dan platform terbaik untuk memastikan semua tujuan pembelajaran dapat dicapai. 

Belajar dari teori evolusi bahwa alam tetap akan melaksanakan tugasnya dan  hanya spesies yang mampu berevolusi yang akan mampu bertahan dalam seleksi alam ini. Sebagai guru-guru profesional dan berpengalaman maka guru-guru SMAS Cendana Mandau harus segera dapat berevolusi dengan baik dan mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Langkah cepat dan tepat untuk menghadirkan suasana baru pada pembelajaran daring segera dilakukan. Dengan motivasi yang intensif dari Kepala Sekolah SMAS Cendana Mandau dan guru-guru yang mumpuni di bidang IT  siap membimbing para guru untuk berinovasi dan berimprovisasi sesuai dengan karakteristik bidang studinya masing-masing.

Mengingat pentingnya arti kehadiran seorang guru pada suasana sekolah yang nyaman maka itu semua harus dapat disajikan dengan cara berbeda yaitu melalui daring. Pembelajaran fisika SMAS Cendana Mandau melakukan upaya untuk menghadirkan suasana tersebut ke ruang belajar siswa di rumah masing-masing.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan oleh tim guru fisika SMAS Cendana Mandau lebih kepada merancang media yang digunakan selama pembelajaran daring  yang mengintegrasikan suasana sekolah yang nyaman dan siswa dapat merasakan kehadiran guru pada setiap sesi pembelajaran. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  1. Menentukan karakteristik materi yang akan disampaikan berdasarkan jenis pendekatan (teoritis, analisis matematis, eksperimen dan lain-lain) sehingga guru dapat memilih media yang tepat dan efektif untuk pembelajaran tersebut.
  2. Merancang video delay pembelajaran yang menghadirkan guru yang terlihat secara fisik yang menyapa dengan hangat pada pembukaan. Kehadiran guru secara fisik pada video delay tersebut tidak hanya pada pembukaan namun juga didalam kegiatan inti dimana guru menjelaskan materi dengan latar kelas dan suasana santai yang menyenangkan.
  3. Menyediakan waktu diskusi yang akrab dan ceria pada akhir sesi  melaui zoom meeting atau google meet sekitar 15 sampai 20 menit sesuai kebutuhan sehingga siswa dapat mengadukan semua permasalahan belajar mereka tanpa sungkan dan juga merasakan kehadiran teman-temannya tempat berbagi pada sesi tersebut.
  4. Mengoptimalkan nilai rasa dan naluri seorang guru saat hadir secara virtual di depan siswa dengan tatapan lembut, sapaan akrab disertai candaan ringan baik pada video delay maupun pada live meeting yang dilaksanakan pada akhir sesi. Figur guru sebagai individu dewasa yang hadir secara virtual sebagai pribadi utuh sebagai mana yang dikenal siswa selama pembelajaran normal akan mengobati kerinduan siswa akan bimbingan gurunya.
  5. Memilih   latar yang tepat untuk keseluruhan proses pembelajaran mulai dari pembukaan sampai penutup. Adapun tempat-tempat yang dipilih sebagai latar harus sesuai dengan karakteristik pembelajaran dan metode yang digunakan dan juga merupakan tempat yang sangat akrab dengan keseharian siswa saat berada disekolah dan ini akan menimbulkan kerinduan siswa untuk kembali berada disekolah.

Tentu saja semua langkah tersebut harus didukung oleh kemampuan guru dalam berimprovisasi dengan segenap kemampuan dan pengalamannya untuk menghasilkan media yang menarik dan tepat sasaran dalam konteks diatas yaitu berupaya menghadirkan suasana sekolah di rumah siswa disaat pandemi. Kehadiran hal-hal yang dirindukannya di ruang belajarnya di rumah seperti; teman-teman yang saling mendukung, guru-guru yang siap untuk membimbing dengan penuh kesabaran akan kembali menghadirkan suasana akrab antara siswa dan guru serta akan menjaga kedekatan emosional antara siswa dan guru tetap terjalin dengan baik dan konstruktif. Dengan demikian siswa tidak merasa terkungkung dalam kesendirian disaat ada masalah, mereka merasa punya kelas virtual yang seolah nyata hadir di kamar dan ruang belajar mereka lengkap dengan guru dan teman-temannya. ‘Kamar rasa kelas’ akan memfasilitasi kebutuhan belajar mereka dan menghilangkan rasa haus akan bimbingan guru disaat mereka menemukan kesulitan dalam belajar selama masa pandemi ini.

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan