“Kisah” di Sebalik Penamaan Label Negara Pada Suatu Benda

1,242

Ada banyak benda yang diberi nama dengan label negara di belakangnya. Misalnya Belanda, Inggris, dan Jepang. Sebut saja Sandal Jepang, Garam Inggris, Kunci Inggris, Pisau Inggris, Durian Belanda, Terong Belanda dan lain-lain.
Mungkin ada yang berpikiran penamaan tersebut hanya sekedar pemberian nama belaka. Namun ternyata jika ditelusuri lebih jauh penamaan benda-benda tersebut memiliki sejarahnya masing-masing.
Sandal Jepang atau Sandal Jepit misalnya. Sekilas wajar jika di sebut Sandal Jepit. Karena memang tali sandal itu digunakan dengan dijepit diantara ibu jemput dan jari telunjuk kaki. Bagaimana dengan label Jepang dan kata sandal itu sendiri.
Sandal berasal dari bahasa Belanda yaitu Sandaal. Sandal adalah nama yang populer di negara-negara Eropa, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu sandalon. Sementara penamaan Jepang memang karena Tentara Jepang lah yang membawa alas kaki tersebut dengan beraneka macam bahan mulai dari jerami, kayu atau karet pada periode PD II. Kemudian pasca PD II, Industri Jepang berkembang dan memproduksi sandal berbahan campuran karet dan plastik yang lebih ringan.
Lain lagi hal nya dengan Durian Belanda dan Terong Belanda. Kedua Jenis Buah tersebut sesungguhnya tidak belasal dari Belanda. Durian Belanda atau Nangka Belanda yang dalam bahasa Belanda sendiri di sebut Zuurzak yang artinya “kantong asem” berasal dari Karibia. Sementara Terong Belanda berasal dari Amerika Selatan. Bangsa Belanda membawa dua jenis tanaman tersebut beserta tanaman-tanaman lain untuk di tanam di Bogor (IPB sekarang).
Kemudian kunci Inggris dan garam Inggris. Namanya diambil dari Kota Epsom di Surrey, Inggris, tempat pertama kali garam ini ditemukan. Bagaimana denga kunci Inggris?. Di beberapa negara Eropa seperti Prancis, Jerman, Portugal, Spanyol, Italia, dan juga Belanda, adjustable spanner memang disebut dengan “English key”. Padahal kunci Inggris tersebut ditemukan oleh insinyur Inggris bernama Richard Clyburn pada tahun 1842. Karena Indonesia dulu dijajah Belanda, maka tak heran bila kemudian terjemahan perkakas tersebut ke dalam bahasa Indonesia jadi “kunci Inggris”.
Namun berbeda dengan penamaan rumput Jepang. Rumput jepang memiliki nama Latin Zoysia Japonica. Meskipun bernama rumput jepang, tapi ia bukan berasal dari Jepang melainkan namun kemungkinan kuat diambil dari nama latin tanaman tersebut. Selain itu ada kemungkinan rumput tersebut di bawa Jepang di era penjajahan masa PD II. Jepang sendiri dikenal memiliki arsitektur dan tata taman dengan lanscape taman luas di tanami rerumputan. Di tambah dengan ekspor rumput jenis Zoysia Japonica dan rumput lain yang masif dari negara tersebut.
Masih banyak penamaan benda, tanaman, atau hewan yang di labeli nama negara dalam perbendaharaan bahasa Indonesia maupun yang berkembang di masyarakat. Hal ini tentu memperkaya bahasa Indonesia itu sendiri. Selain itu perlu pula ditelusuri asal muasal penamaan tersebut agar kita memahami kisah di sebaliknya.

Rujukan

http//: Jualtanaman.id
http//: wikipedia.org
http//: wordpress.com

Daris Kandadeatra, pendidik

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan