Sebab cinta adalah keabadian
Sebab cinta adalah kesucian
Sebab cinta adalah kebahagiaan
Sebab cinta adalah keagungan
Sebab cinta adalah kemenangan
Tersebab cinta terkadang energi dalam diri sepertinya akan hadir berlipat-lipat. Tersebab cintalah penulis mampu menghimpun karya-karya sempat hadir dalam rentang waktu yang relatif panjang. Hal ini dapat dilihat dari dicantumkannya titimangsa dari sebagian besar puisi dan kisah yang dihasilkan.
Membaca LELALA seperti membaca perjalanan sejarah panjang penulis buku ini, Wartoni. Pengembaraan hidup telah mengantarkannya pada fase memilih untuk berbakti pada satu tempat pilihannya. Dari tempat itu perjalanan waktu yang bernama sejarah hidup terjejakkan dalam kenangan. Kenangan itu berhasil dipungutnya untuk dipanjangkan usia kenangan itu melalui buku yang saat ini kita nikmati. Buku yang diberi judul LELANA memiliki makna tersendiri. Pengembaraan. Ya, pengembaraan bukan sekedar pindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun pengembaraan melalui kata-kata yang bernama puisi dan kisah.
Sebanyak 54 puisi dan 5 kisah berkelindan dengan muara tentang perjalanan waktu penulis. Dalam kajian sosiologi sastra, pengalaman dan latar belakang yang dimiliki penulis akan berpengaruh pada karya-karya yang disajikan. Hal ini terlihat jelas pada puisi dan kisah yang sejalan dengan latar belakang penulis terkhusus latar sebagai seorang guru yang mencintai kepramukaan.
Kita dapat melihat kepedulian penulis akan bumi, rumah kita satu-satunya ini. Beberapa puisinya bicara tentang sungai dan hijaunya hutan. Di sisi lain bicara tentang kenangan-kenangan akan kota-kota yang pernah dijejakinya. Bagian lain ada bicara dengan geram sebagai wujud protes akan pembangunan di negeri ini.
Penulis secara sengaja atau tidak sengaja membangun struktur menulis yang khas. Pola repetisi berupa pengulangan-pengulangan kata untuk menguatkan struktur. Seperti puisi berikut:
Bagai sepasang merpati yang tak pernah ingkar janji
Bagai rembulan dan cahayanya yang saling menghiasi
Bagai matahari dan kehangatannya yang saling melindungi
Bagai langit dan cakrawala yang tiada batas mengilhami
Bagai bintang dan gemintang yang tiada jemu bercumbu rayu
Bagai sepasang kekasih yang tak terpisah sampai mati
Bagai jibril dan mikail yang tiada putus tebar rizki.
Cara menulis seperti itu adalah pilihan sekaligus kreativitas penulis dalam menyajikan karya. Penulis yang baik akan selalu bagaimana menyelesaikan karyanya. Mengingat karya yang baik itu adalah karya yang selesai ditulis. Setiap karya akan punya pembacanya sendiri. Sehingga Ketika memilih struktur kepenulisan dengan gaya dan cara yang berbeda, lanjutkan saja. Setidaknya kita telah selangkah melakukan proses merawat peradaban melalui tulisan. Tahniah.
Bambang Kariyawan Ys., guru dan penulis.