Tiras Guru |Membingkai Kebosanan Siswa Saat Daring dengan Pembelajaran Berbasis Produk Kreatif Kewirausahaan – Oleh Yuzelma, ST., M.Si

MEMBINGKAI KEBOSANAN SISWA SAAT DARING DENGAN PEMBELAJARAN
BERBASIS PRODUK KREATIF KEWIRAUSAHAAN

PENULIS: YUZELMA, ST., M.Si
GURU PRODUKTIF KIMIA INDUSTRI SMKN 2 PEKANBARU

Email: yuzelma_zelma@yahoo.co.id

Harapan besar pemerintah terhadap output pendidikan SMK tertuang dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres)  nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. Hal ini  sudah diaktualisasikan dalam berbagai bentuk program yaitu: link and match SMK dengan dunia usaha dan dunia Industri. Program dimulai dari  Perjanjian Kerja Sama (PKS), penyelarasan kurikulum, pembentukan kelas industri,  pembelajaran Teaching Factory (TEFA), magang guru di industri, pembentukan inkubator bisnis di SMK, pembinaan unit usaha SMK oleh industri, dan lain-lain (Subdit Kurikulum, 2018). 

Program terbaru yang diluncurkan oleh Direktorat Pendidikan Vokasi sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini adalah: Pernikahan massal antara pendidikan vokasi dan dunia usaha dan dunia industri (GTK Dikmen Diksus,2020). Selain pernikahan massal, Direktorat Pendidikan Vokasi juga meluncurkan program SMK Center Of Excellence (COE).  Program inimengacu kepada amanat  Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK. Salah satu tujuan dari SMK COE ini adalah: mampu mengajarkan siswa menghasilkan produk yang dibutuhkan pasar/industri, menjadi pusat pelatihan, sehingga dapat mengeluarkan sertifikat setara industri bagi perserta pelatihannya.

Saat SMK sedang fokus membenahi diri dengan berbagai program yang menyasar kepada peserta didik, guru, dan hubungan dengan industri, badai pandemi  Covid-19 telah merubah sistem pembelajaran di SMK. Dimana, pembelajaran di SMK sebelumnya fokus pada pembelajaran berbasis kompetensi beralih menjadi pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) melalui beragam platform pendidikan, aplikasi pembelajaran, dan video tutorial pembelajaran. Kondisi ini telah menyebabkan terjadinya terjadi distorsi  tujuan pendidikan di SMK, khususnya untuk mata pelajaran produktif.

Pembelajaran praktik di laboratorium  terhenti untuk beberapa bulan. Antispasi cepat dilakukan dengan memilih strategi dan metode pembelajaran yang mampu mengakomodasi beberapa  Kompetensi Dasar essensial  dan dapat dilakukan peserta didik di rumah. Pemberdayaan peserta didik dilakukan secara jarak jauh oleh guru menggunakan alat komunikasi. Berdasarkan kondisi rill tersebut, penulis menerapkan model pembelajaran berbasis produk kreatif kewirausahan. Disarankan produk yang dihasilkan adalah produk yang digunakan untuk massa pandemi covid-19 ini, seperti: hand sanitizer, cairan pencuci tangan, desinfektan alami, dan minuman herbal untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tentu saja produk yang diahsilkan terkait dengan kompetensi Dasar yang diajarkan pada mata pelajaran Operasi Teknik Kimia. Berikut ini tahapan-tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Tahapan mengacu pada sintak pembelajaran berbasis proyek (Wayan Ni Rati dan kawan-kawan, 2017).

Tahap awal yang dilakukan oleh peserta didik adalah: menentukan jenis produk yang akan dibuat. Setelah itu melakukan  inventarisir ketersediaan alat dan bahan alam yang tersedia di rumah masing-masing. Hasil inventarisir didiskusikan dengan guru. Pilihan akan jatuh ke satu produk dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan peserta didik, jangan sampai peserta didik terbebani untuk pengadaan bahan. Setelah itu guru melakukan komunikasi intens dengan siswa melalui whats ap. 

 Tahap kedua, peserta didik melakukan perencanaan proyek. Dimulai dari menentukan kapasitas produksi, jumlah alat dan bahan, kemasan, proses produksi, biaya operasional, dan harga jual produk. Setelah melaksanakan perencanaan proyek, peserta didik membuat prototype produk. Prototype kemudian dilakukan pengujian secara organoleptik.

Tahap ketiga adalah menyusun jadwal pelaksanaan proyek. Penyusunan jadwal disepakati bersama dengan guru. Karena tugasnya bersifat individu, maka siswa betul-betul harus mempertimbangkan jumlah produk yang akan dibuat dan waktu yang tersedia, sehingga pembelajaran proyek ini tidak menganggu jadwal Daring mereka dengan mata pelajaran lainnya.

Tahap ke empat adalah: Melaksanakan produksi dan evaluasi oleh guru. Pada kegiatan ini, peserta didik dapat melakukan proses produksi sesuai dengan yang sudah direncanakan. Produk yang dihasilkan kemudian diuji coba dan dilakukan pengemasan sesuai dengan standar pengemasan produk yang layak. Guru melakukan evaluasi terhadap hasil kerja peserta didik. Kemudian masing-masing siswa melakukan penjualan produk dan melaporkan hasil penjualan.

Pembelajaran berbasis produk kreatif kewirausahaan telah mampu mendongkrak motivasi dan kesenangan peserta didik saat belajar. Peserta didik lebih aktif berdiskusi dengan guru, teman satu kelas, bahkan dengan masyarakat sekitar mereka tinggal, tempat mereka mempromosikan produk baik secara langsung maupun melalui media online.  Selain itu pencapaian dan ketuntasan beberapa KD pengetahuan dan KD keterampilan dapat dilaksanakan sekaligus dalam waktu yang sama dan terwujud dalam satu produk.

Pembelajaran berbasis produk kreatif kewirausahaan adalah salah satu pelatihan keterampilan secara mandiri dan telah  mendekati dunia kerja yang sebenarnya. Cocok dilaksanakan saat pembelajaran jarak jauh saat ini. Karena setiap bidang pekerjaan yang dilakukan membutuhkan kompetensi minimum yang harus dikuasi oleh peserta didik. Untuk menghasilkan satu produk dapat dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai kompetensi, penumbuhan karakter, dan pola fikir. Kegiatan ini dapat  mendorong tumbuhnya pembelajaran teaching factory  di SMK, sesuai dengan yang diamanatkan pemerintah dalam bentuk SMK COE (Dit.SMK,2020) 

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan. 2020. Louncing SMK COE. Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi , Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

GTK Dikmen Diksus.2020. Menyiapkan Pernikahan Massal antara Vokasi dan Dudi. Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Instruksi Presiden Republik  Indonesia nomor 9 tahun 2016. Tentang revitalisasi SMK 

Subdit Kurikulum. 2018. Panduan Pelaksanaan Teaching Factory di SMK. Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Wayan Ni Rati, Nyoman Kusmaryatni, dan  Nyoman Rediani. 2017. Model Pembelajaran Berbasis Proyek, Kreativitas dan Hasil Belajar Mahasiswa. Indonesian of Educational Journal. Vol 6.No 1

PENULIS: YUZELMA, ST., M.Si
GURU PRODUKTIF KIMIA INDUSTRI SMKN 2 PEKANBARU

Berikan Tanggapan

Alamat surel anda tidak akan dipublikasikan