Kategori Pencarian
Cerpen
Cerpen Mohd. Nasir Rapat Desa Kayu Arang
Ini entah sudah yang keberapa kali rapat ini diadakan. Waktunya ada pagi, sore, siang, dan…
Matahari Tenggelam Kala Itu: Cerpen Yansi Aresta Camila
Hidup di tengah kekacauan yang melanda tidaklah mudah bagi Adena, wanita berusia 23 tahun…
Berlibur Ke Alam Lain: Cerpen Fikraneil H Nouran
Afif sedang memikirkan apa yang akan ia lakukan ke depan, yakni berlibur bersama…
Negeri Kata-Kata: Cerpen Mohd. Nasir
Akhirnya, paham juga aku negeri itu. Sebuah negeri yang diceritakan oleh banyak pencerita.…
Janji Sang Bupati: Cerpen Mohd. Nasir
Beliau sebenarnya sudah tidak menjabat lagi sebagai bupati. Masa jabatannya sudah berakhir…
Monyet-Monyet: Cerpen Mohd. Nasir
Ini adalah kampung monyet. Kampung yang dihuni oleh sekumpulan monyet-monyet. Tak ada…
Sunyi di Tirai Senja: Cerpen Daris Kandadestra
MATAHARI sore di ufuk barat memancarkan cahaya lembut. Perlahan semakin meredup dan hilang…
Lelaki yang Menggenggam Hanjuang: Cerpen Lusi Hanasari
Lelaki senja itu termenung menatap nanar cahaya rembulan. Angin mengibas rambut…
Raya di Syurga: Cerpen Fitrisma Rais
“Kak, mau beli tisu?”
Aku sudah hapal suara bocah SD yang hampir setiap sore menawariku…
Kedai Kopi di Brebes: Cermin Kang Thohir
Awalnya aku dan temanku pergi ke Larangan untuk pergi ke Caffenya, namun setelah aku…
Daffodil In Canada: Cerpen Yansi Aresta Camila
Melanjutkan sekolah ke luar negara dan memasuki universitas ternama adalah hal yang…
Puisi untuk Guru: Cerpen karya Afrizal Cik
Seperti biasa, Pak Jamian memang selalu pergi lebih awal ke sekolah. Walau dia masuk…
Lune et Étoile: Cerpen Yansi Aresta Camila
Sore hari adalah waktu yang tepat untuk menikmati cahaya matahari sore dan desir ombak…
Bara Sumbang: Cerpen Mas Sitti Sya
Rasa itu ternyata tak pernah mati. Mungkin karena ia tidak pernah membunuhnya dengan…